Tampilkan postingan dengan label Kehamilan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kehamilan. Tampilkan semua postingan

Minggu, 31 Januari 2016

Mengenal Jenis Imunisasi yang Direkomendasikan Untuk Ibu Hamil


Pada masa kehamilan daya tahan ibu hamil biasanya mengalami penurunan, sehingga lebih rentan terhadap infeksi virus, bakteri maupun parasit. Oleh karena itu diperlukan upaya preventif sebelum dan selama kehamilan untuk melindungi ibu hamil dari resiko tersebut. Namun demikian imunisasi yang dilakukan selama masa kehamilan harus sesuai dengan rekomendasi dari dokter, dimana dokter tidak merekomendasikan pemberian vaksin yang berasal dari virus yang hidup, karena dikhawatirkan justru akan menimbulkan infeksi dan membahayakan janin, mengingat daya tahan ibu yang cenderung rendah selama masa kehamilan. Itulah sebabnya imunisasi yang dianjurkan adalah vaksin yang mengandung virus mati yang tidak aktif. Lalu imunisasi apa sajakah yang direkomendasikan untuk ibu hamil? Berikut ini adalah ulasan lengkapnya untuk Anda.

Imunisasi Yang Direkomendasikan untuk Ibu Hamil

1. Influenza

Berdasarkan penelitian, ibu hamil yang menerima vaksin flu diketahui memiliki bayi yang lebih memiliki ketahanan dari serangan influenza. Resiko infeksi flu bisa mengalami peningkatan pada ibu hamil yang kekurangan gizi. Namun demikian, imunisasi flu yang menggunakan virus tidak aktif ini lebih dianjurkan untuk diberikan pada ibu hamil yang benar-benar terindikasi memiliki resiko mengalami kondisi flu yang parah, seperti halnya yang pernah terjadi di Amerika. Dimana akibat flu musiman yang terjadi di AS bahkan bisa membuat ibu hamil harus dirawat di rumah sakit. 

Secara umum, imunisasi jenis ini aman untuk diberikan pada ibu hamil. Hal ini sesuai dengan Panduan Pemberian Imunisasi bagi Wanita Hamil dan Menyusui yang dikeluarkan oleh Center of Disease Control and Prevention seperti dikutip situs klinikonline.com, bahwa tidak ada pengaruh pada janin akibat pemberian imunisasi influenza kepada 2 ribu ibu hamil yang menjadi responden dalam penelitian tersebut.

dampak imunisasi bagi bayi
Bayi diimunisasi (foto: gigisusu.net)
Pemberian vaksin flu bisa diberikan pada usia kehamilan trimester ke dua atau ke tiga. Adapun kondisi ibu pada saat imunisasi harus benar-benar sehat, dan setelahnya harus istirahat yang cukup, konsumsi makanan bergizi dan sebisa mungkin menghindari penderita flu. Karena menurut penelitian, ibu hamil yang terserang flu secara terus menerus bisa menyebabkan bayi yang dikandung lebih rentan mengalami gangguan perilaku, seperti autis.

2. Tetanus Toksoid (TT)

Resiko infeksi tetanus bisa terjadi pad rahim ibu setelah melahirkan, sedangkan pada bayi bisa terjadi ketika pemotongan tali pusat. Oleh karena itu imunisasi TT sangat penting untuk ibu hamil untuk mencegah resiko tersebut. Imunisasi TT biasanya diberikan sebelum pernikahan, dan jika terlewat bisa diulang pada masa kehamilan hingga dua kali dengan jarak satu sampai dua bulan.

3. Meningococcal 

Meningitis atau radang selaput otak merupakan penyakit yang sangat berbahaya, dan jika ibu hamil memiliki riwayat penyakit meningitis maka hal itu bisa juga menjalar pada janin yang dikandung. Untuk upaya pencegahan bisa dilakukan vaksinasi meningococcal yang terbuat dari bakteri meningococcal yang sudah tidak aktif. Dan sebaiknya diberikan setelah usia kehamilan trimester pertama untuk menghindari resiko keguguran. Vaksin juga bisa diberikan jika kondisi ibu hamil benar-benar sehat.

Studi yang ada belum pernah menemukan adanya efek yang terjadi pada janin akibat pemberian vaksin ini, sehingga bisa dikatakan aman untuk diberikan pada ibu hamil, terutama bagi mereka yang terindikasi dapat terjangkit meningitis. Namun demikian faktor indikasi resiko yang tinggi menjadi pertimbangan penting bagi ibu hamil, terkait perlu tidaknya mendapatkan vaksin ini.

4. Hepatitis B dan A

Meski terbilang aman bagi ibu dan janin, namun jenis vaksin ini direkomendasikan pad ibu hamil yang memang memiliki resiko tinggi terkena Hepatitis B. Seperti misalnya pada petugas kesehatan yang rentan tertular jenis penyakit ini.

Adapun untuk vaksin Hepatitis A, sejauh ini belum bisa dipastikan terkait keamanannya untuk diberikan pada ibu hamil. Namun lebih dianjurkan bagi ibu hamil yang beresiko tinggi terhadap penyakit tersebut, misalnya memiliki kelainan hati, atau akan bepergian ke daerah endemis hepatitis A.

Jenis Imunisasi Yang Dilarang untuk Ibu Hamil

Jenis imunisasi yang dilarang adalah yang mengandung virus hidup, karena dikhawatirkan akan masuk ke dalam tubuh janin melalui plasenta.

Beberap jenis imunisasi yang tidak disarankan untuk ibu hamil antara lain adalah MMR, Varicella, HPV (Human Papilloma Virus) dan BCG (Bacillus Calmette-Guerin). Jenis imunisasi HPV sangat tidak disarankan karena masih baru, sehingga perlu pengujian lebih lanjut untuk mengetahui tingkat keamanannya bagi ibu hamil. 

Pemberian vaksinasi tentu disesuaikan dengan kebutuhan ibu hamil, dan untuk mendapatkan informasi secara lengkap sebaiknya mengkonsultasikan pada dokter kandungan yang menangani.

Kamis, 28 Januari 2016

Makanan Ibu Hamil: 5 Sayuran Wajib Barikut, Buat Kehamilanmu Lebih Aman

5 Jenis Sayuran Wajib Ibu Hamil - Pada masa kehamilan, seorang ibu dianjurkan untuk mengkonsumsi makanan yang mengandung banyak nutrisi untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan janin yang sedang dikandung. Salah satu jenis makanan yang wajib dikonsumsi selama kehamilan adalah sayuran, karena syuran banyak mengandung nutrisi penting yang sangat bermanfaat untuk kesehatan dan kehamilan.

Selain sayuran, ada banyak jenis makanan yang harus deprhatikan ibu hamil. Seperti buah apa saja ang cocok (baca: buah hamil), bagaimana kandungan makanan yang ada di dalamnya hangga jenis olahraga apa yang dibutukan (baca: latihan si Ibu). Karena kemponen-komponen tersebut sangat berpengaruh dalam kondisi kesehatan ibu hamil, maka ada baiknya kamu mengetahui hal itu.

Lalu jenis sayuran yang seperti apakah yang sebaiknya dikonsumsi oleh ibu hamil? Nah, uraian berikut ini akan memberikan gambaran sayuran yang bermanfaat saat Anda sedang mengandung.

Daftar Sayuran Sehat untuk Ibu Hamil

1. Sayur Brokoli

Brokoli mengandung asam folat yang sangat dibutuhkan dalam pertumbuhan janin dan mencegah resiko bayi lahir dengan cacat otak atau tulang belakang (baca: bayi cacat), selain itu brokoli juga banyak mengandung vitamin A, C, E, K dan B6 yang sangat bermanfaat untuk kesehatan ibu dan janin dalam kandungan.

Selain asam folat, kandungan vitamin K dan kalsium yang cukup tinggi pada brokoli juga bermanfaat untuk menjaga kesehatan tulang dan gigi. Adapun kandungan serat dalam brokoli sangat bermanfaat untuk melancarkan pencernaan, sehingga ibu hamil bisa terhindar dari keluhan konstipasi.

Beberapa manfaat brokoli lainnya adalah: mencegah resiko penyakit kardiovaskuler atau jantung, menurunkan tekanan darah tinggi, meningkatkan kekebalan tubuh, mengontrol kadar gula dalam darah, mengurangi peradangan, menjaga kesehatan sistem syaraf pusat (otak), menjaga kesehatan mata, dan menurunkan kadar kolesterol jahat di dalam tubuh.

Untuk mendapatkan manfaat brokoli secara efektif, maka sebaiknya memasak brokoli dengan cara dikukus dan tidak boleh terlalu lama agar kandungan asam folat di dalamnya tidak hilang. Jika direbus, maka 50% kandungan asam folat akan hilang, oleh karena itu sebaiknya cukup 5 menit saja untuk merebusnya.
manfaat brokoli bagi ibu hamil
Manfaat Brokoli Bagi Ibu Hamil (foto: Faktaherbal.com
2. Sayur Bayam

Bayam banyak mengandung nutrisi penting yang dibutuhkan oleh ibu hamil, seperti vitamin A,C, B, E, K, zat besi, kalsium, kalium, dan magnesium. Bayam juga diketahui sebagai sumber asam folat yang sangat penting untuk kehamilan.

Adapun beberapa manfaat bayam antara lain adalah: mencegah kontsipasi karena memiliki kandungan serat yang cukup tinggi, menjaga kesehatan tulang, meningkatkan sistem imun tubuh, bersifat anti inlflamasi, mencegah penyakit kardiovaskuler, menurunkan tekanan darah tinggi, menurunkan resiko penyakit diabetes, mencegah anemia, mencegah osteoporosis, melawan radikal bebas, menjaga kesehatan sistem syaraf serta fungsi otak, dan mengatasi kelelahan karena konsumsi bayam bisa meningkatkan jumlah energi serta zat besi di dalamnya mampu meningkatkan produksi oksigen di dalam tubuh.
manfaat bayam bagi ibu hamil
Kegunaan Bayam Bagi Ibu Hamil (foto: Senyumperawat.com
3. Sayur Daun katuk

Daun katuk mengandung berbagai zat penting yang baik untuk kehamilan, yaitu pro vitamin A (beta karoten), vitamin B, C, K dan berbagai mineral seperti zat besi, kalium, fosfor, kalsium, dan magnesium.

Beberapa manfaat daun katuk antara lain adalah: meningkatkan produksi ASI, mencegah resiko osteoporosis, mengatasi keluhan influenza, menangkal radikal bebas karena mengandung zat antikosidan yang cukup tinggi, meningkatkan imunitas tubuh pada ibu hamil dan melancarkan pencernaan.
manfaat daun katuk bagi wanita hamil
Manfaat Daun Katuk bagi Wanita Hamil (foto: brighterlife.co.id)
4. Sayur Daun singkong

Daun singkong banyak mengandung vitamin A, C, kalsium, fosfor, dan zat besi sehingga sangat baik jika dikonsumsi oleh ibu hamil. Daun singkong sangat mudah di dapatkan, dari pasar tradisional hingga modern, singkong ada di mana-mana. bahkan anda pun dapat menenamnya.

Beberapa manfaat daun singkong antara lain adalah: membantu menjaga kesehatan mata, mencegah resiko terjadinya osteoporosis, menjaga kesehatan tulang, mengatasi sakit kepala, dan mempercepat proses penyembuhan luka.
manfaat daun singkong bagi ibu hamil
Manfaat daun Singkong bagi Ibu Hamil (foto: Akardanumbi.blogspot.com)
5. Sayur Kangkung

Kangkung banyak mengandung vitamin A, C, B, kalsium, fosfor, asam amino, selenium dan serat sehingga sangat baik jika dikonsumsi oleh ibu hamil.

Beberapa manfaat kangkung untuk ibu hamil antara lain adalah: mengatasi keluhan insomnia karena kangkung mengandung zinc dan selenium yang bisa menyebabkan kantuk, melancarkan produksi ASI, mengatasi sembelit, dan menjaga kesehatan mata.
manfaat sayur singkong bagi ibu hamil
Kangkung Bagi Wanita Hamil (foto: Farmanrz.com)
Nah, itulah beberapa jenis sayuran yang dianjurkan untuk dikonsumsi oleh ibu hamil agar ibu dan janin yang dikandung tetap sehat. Selain jenis sayuran di atas, tentu masih banyak lagi aneka sayuran yang bisa dikonsumsi saat hamil karena masing-masing sayuran memiliki kandungan nutrisi yang baik untuk kehamilan. Konsumsi berbagai jenis sayuran tersebut akan lebih aman dibandingkan dengan suplemen multivitamin, karena zat yang ada di dalam sayuran bersifat alami dan aman tanpa efek samping yang berbahaya.

Selasa, 26 Januari 2016

Amankah Ibu Hamil Menyusui bayi yang belum genap berusia 2 tahun? Temukan Pro Kontra Pendapat Mereka


Bolehkah Ibu Hamil Menyusui? Ini Jawabannya!

Kehamilan merupakan anugerah Tuhan yang tak ternilai harganya. Namun ada kalanya kehamilan juga terjadi pada saat ibu masih menyusui bayinya yang belum genap berusia 2 tahun. Nah, hal ini sering menimbulkan pertanyaan tentang boleh tidaknya ibu hamil menyusui bayinya, sementara janin yang dikandung juga membutuhkan asupan nutrisi yang tidak sedikit untuk pertumbuhannya. Tentu menjadi dilema tersendiri bagi ibu, apakah harus menghentikan asupan ASI untuk bayinya ataukah tetap menyusui meskipun dalam keadaan mengandung. Nah, uraian berikut ini akan memberikan penjelasannya untuk Anda.

bahaya ibu hamil menyusui
Ibu Hamil Menyusui, Ilustrasi via ibu-hamil.id
Amankah Ibu Hamil Menyusui Bayinya?

Menyusui saat hamil atau dikenal dengan istilah tandem nursing sebenarnya diperbolehkan karena relatif aman, namun harus tetap memperhatikan beberapa pertimbangan penting terkait gizi yang mencukupi selama menyusui saat hamil. Pertimbangan tersebut harus dikonsultasikan secara kontinue pada dokter kandungan Anda.

Dalam dunia medis, tandem nursing memang diperbolehkan selama ibu benar-benar siap untuk melakukannya. Pasalnya ketika hamil, seorang ibu lebih mudah lelah baik fisik maupun psikisnya ditambah dengan adanya keluhan mual muntah yang menyebabkan ibu merasa tidak nyaman. Jika kondisi ini berlangsung selama kehamilan, maka ibu hamil lebih disarankan untuk tidak menyusui bayinya dengan alasan kondisi emosi ibu di awal kehamilan akan sangat berpengaruh pada kualitas ASI yang dihasilkannya.

Pro Kontra Bahaya Ibu Hamil Menyusui

Banyak yang beranggapan bahwa menyusui saat hamil dilarang, larangan ini berkaitan dengan beberapa hal yang kemungkinn terjadi jika proses menyusui janin masih tetap berlanjut. Tidak sedikit dari mereka yang melarang keras namun ada beberapa dokter yang menganjurkan dengan pertimbangan kondis fisik ibu mengandung memungkinkan yang dibarengi dengan mengkonsumsi makanan sehat. Kekhawatiran terhadap ibu hamil menyusui bukanlah ucapan jempol semata pasalnya ada beberapa dampak yang akan timbul jika hal tersebut masih dilakukan, di antaranya adalah:

Saat menyusui ontraksi rahim yang menyebabkan keguguran

Pada saat menyusui, hormon oksitosin juga diproduksi sehingga menimbulkan kontraksi pada rahim ibu hamil. Namun sebenarnya kontraksi tersebut tidak terlalu berpengaruh pada janin yang dikandung, karena kontraksi yang terjadi menyerupai kontraksi rahim ketika berhubungan badan dengan suami. Meski demikian ibu hamil yang memiliki riwayat keguguran dan cenderung merasakan nyeri pada rahim ketika menyusui bayinya, lebih dianjurkan untuk tidak menyusui bayinya agar terhindar dari resiko dan bahaya kehamilan yang tidak diinginkan.

Anggapan ASI Basi

Sebenarnya tidak ada istilah ASI basi, yang terjadi adalah produksi ASI yang berkurang karena pertambahan usia kehamilan. Dan hal ini erat kaitannya dengan produksi hormon estrogen yang semakin meningkat sehingga berpengaruh pada rasa ASI tersebut. Biasanya bayi sendiri yang akan berhenti minum ASI karena rasanya yang berbeda.

Khawatir Gizi Kurang

Menyusui saat hamil memang membutuhkan asupan gizi yang lebih tinggi, karena untuk memenuhi kebutuhan nutrisi bagi ibu, bayi, dan janin yang dikandung. Namun jika ibu hamil bisa memenuhi asupan gizi yang dibutuhkan untuk semuanya serta merasa aman terhadap gangguan kehamilan, maka menyusui saat hamil sah-sah saja.

Tips Aman Menyusui Saat Sedang Hamil

Berdasar pada uraian di atas, selama kondisi ibu hamil tetap terjaga dan terhindar dari pengaruh buruk apabila menyusui, Berikut ini kami berikan beberapa tips bagi ibu hamil yang ingin menyusui bayinya:

Mengkonsumi makanan yang bergizi tinggi

Karena nutrisi yang masuk ke tubuh dibutuhkan oleh tiga orang, maka asupan gizi (baca: gizi penting ibu hamil) yang diperlukan juga lebih tinggi. Kebutuhan akan karbohidrat, protein, vitamin dan mineral harus bisa terpenuhi untuk ketiganya.

Mengkonsumsi air putih dalam jumlah yang banyak

Kebutuhan cairan pada ibu hamil yang menyusui sangat tinggi, sehingga ibu harus banyak mengkonsumsi air putih untuk mencegah terjadinya dehidrasi yang bisa membahayakan kehamilan. Saat akan menyusui sebaiknya minum air putih, begitu juga setelah menyusui.

Jangan terlalu sering menggendong bayi

Sah-sah saja seorang ibu lebih cenderung menggendong bayi dibandingkan si ayah, namun sabaiknya ibu hamil tidak terlalu sering menggendong bayinya, karena dikhawatirkan akan menyebabkan kelelahan dan berpengaruh pada janin yang dikandung.

Memperbanyak Asupan Serat

Makanan yang tinggi serat sangat penting untuk mendukung metabolisme tubuh sehingga bisa meningkatkan produksi ASI, selain itu serat juga sangat bermanfaat untuk melancarkan pencernaan. Dengan memperhatikan asupan serat ibu hamil tidak akan kewalahan dalam mengatasi hal ini.

Rutin Memeriksakan Kehamilan

Untuk memastikan kondisi kesehatan ibu dan janin, maka sebaiknya ibu hamil melakukan pemeriksaan rutin ke dokter kandungan atau bidan yang biasa menangani. Konsultasikan juga jika ada riwayat keguguran yang pernah dialami sebelumnya.

Menyusui saat sedang hamil memang diperbolehkan, namun sebaiknya Anda mengkonsultasikannya terlebih dahulu kepada dokter kandungan terutama yang berkaitan dengan kondisi kesehatan dan kehamilan Anda. Jika memang kondisi tidak memungkinkan maka sebaiknya Anda tidak menyusui saat hamil, dan bisa memenuhi asupan nutrisi untuk bayi Anda dengan makanan pendamping ASI yang dianjurkan. Semoga bermanfaat.

Senin, 25 Januari 2016

Solusi Jitu, Atasi Obesitas pada Ibu Hamil dengan 10 Langkah Sederhana


Pada masa kehamilan seorang ibu biasanya mengkonsumsi makanan dengan porsi yang lebih banyak dengan anggapan nutrisi yang masuk bukan hanyak untuk kebutuhan ibu, melainkan juga untuk memenuhi kebutuhan janin yang tengah di kandungnya (baca: makanan sehat ibu hamil).

Dan Seringkali tanpa disadari porsi makan lebih yang dikonsumsi menyebabkan ibu hamil mengalami kegemukan atau obesitas. Sehingga anggapan obesitas pada ibu hamil sebagai hal yang wajar masih banyak ditemui di masyarakat, padahal kenaikan berat badan yang terlalu tinggi di luar batas normal bisa menimbulkan resiko tertentu yang mungkin tidak disadari.

langkah mudah menghilangkan lemak ibu hamil

Kegemukan yang tidak normal akibat kurangnya kontrol saat mengkonsumsi makanan bisa menyebabkan ibu hamil lebih rentan mengalami komplikasi selama kehamilan. Nah, dibawah ini kami akan menjelaskan lebih jauh mengenai bahaya obesitas pada ibu hamil dan bagaimana cara mengatasinya.

Bahaya Obesitas pada Ibu Hamil dan Janin

Obesitas pada masa kehamilan bukan hanya berbahaya bagi ibu hamil, tetapi juga bisa membahayakan janin yang sedang dikandung. Adalah hal yang wajar jika timbul kegelisahan terhadap dampak yang akan dialami nantinya terhadap apa yang dilakukan di masa sekarang. Bagi Anda yang mengalami gangguan Obesitas sebaiknya memperhatikan beberapa bahaya barikut:

Diabetes

Berat badan yang mengalami kenaikan drastis akibat kurangnya kontrol dalam konsumsi makanan bisa memicu terjadinya diabetes, terutama jika ibu hamil banyak mengkonsumsi makanan dan minuman manis yang memiliki kadar gula tinggi. Dimana penumpukan lemak tubuh menyebabkan penyerapan gula menjadi terhambat, akibatnya kadar gula darah menjadi naik dan menyebabkan diabetes. Untuk mengatasi hal ini, ibu hamil dianjurkan untuk diet gula dan karbohidrat.

Obesitas Pada Janin

Kondisi obesitas pada ibu hamil dengan kadar gula darah tinggi dapat berpengaruh pada janin yang ada di dalam rahim, karena janin juga bisa mengalami obesitas dengan berat lahir di atas normal. Seperti halnya yang di alami ibu hamil, bayi juga beresiko mengalami diabetes yang diturunkan oleh ibu saat masih di dalam kandungan.

Lahir Tidak Normal

Secara sederhana, penambahan berat badan pada janin akan berpengaruh pada proses kelahiran nantinya. Mungkin Anda pernah mendengan "operasi cesar" yaitu operasi yang dilakukan saat proses kelahiran normal tidak dapat dilangsungkan. Karena kondisi janin yang besar dapat menyebabkan ibu mengalami kesulitan untuk melahirkan secara normal, maka harus dilaksanakan operasi caesar.

Sesak nafas

Ibu hamil yang mengalami obesitas cenderung mudah mengalami sesak nafas dan mudah lelah karena beban tubuhnya yang berat. Akibatnya ibu hamil memiliki ruang gerak yang terbatas, berbeda dengan ibu hamil yang memiliki berat badan normal.

Gangguan jantung

Penumpukan lemak pada tubuh ibu hamil bisa meningkatkan resiko gangguan jantung yang membahayakan ibu dan bayinya, sehingga diperlukan pemeriksaan rutin untuk mengetahui kesehatan jantung dari ibu hamil yang mengalami obesitas.

Preeklamsia

Obesitas pada ibu hamil juga dapat memicu terjadinya preeklamsia yang ditandai munculnya pembengkakan, dimana pembengkakan bukan hanya di tangan dan kaki saja, tetapi di wajah juga. Kondisi ini tidak boleh diremehkan karena bisa membahayakan nyawa ibu dan janin dalam kandungan.

Upaya Pencegahan Bahaya Obesitas 
pada Ibu Hamil dengan 10 Langkah Sederhana

Ada beberapa cara yang bisa digunakan untuk mencegah potensi bahaya obesitas pada ibu hamil, yaitu:

Melakukan tes kesehatan, yaitu rutin memeriksakan diri untuk mengetahui kondisi kesehatan, seperti cek kadar gula darah, berat badan, dan pemeriksaan rutin kandungan. Mengunjungi dokter bermanfaat juga bagi perkembangan bayi, karena dapat diberikan gambaran tiap bulannya.

Membatasi kalori, yaitu dengan mengurangi asupan kalori, namun tetap memperhatikan gizi seimbang dalam komposisi makanan yang akan dikonsumsi. baca: makanan haram ibu hamil untuk memperoleh keterangan lebih lanjut.

Aktivitas fisik, yaitu dengan melakukan olah raga ringan selama kehamilan, seperti latihan peregangan, jalan kaki dan senam hamil. Selain itu harus diimbangi dengan memperbanyak minum untuk menjaga ketahanan tubuh.

Pola makan yang sehat dan seimbang, yaitu dengan 4 sehat 5 sempurna namun tetap dalam porsi yang dianjurkan. Salah satu makanan yang wajib dihindari ibu hamil yang sedang diet adalah makanan berlemak.

Makan dengan tidak terburu-buru, Dianjurkan untuk mengunyah makanan secara santai, setidaknya 32 kunyahan agar sari karbohidrat berkurang dan lambung tidak terlalu terbebani. Selain itu, Kebiasaan makan secara terburu-buru dapat meningkatkan berat badan secara siginifikan, hal ini dikarenakan sari dalam karbohidrat langsung diserap usus sehingga kadar gula darah meningkat.

Menghindari makan setidaknya 3 jam sebelum tidur, proses pengolahan makanan dalam tubuh manusia membutuhkan beberapa jam setelah makanan ditransfer dari mulut sehingga tidak dianjurkan makan sebelum tidur.

Mengurangi asupan gula, karena gula merupakan salah satu pemicu kenaikan berat badan, selektif dalam memilih makanan menjadi priorits utama bagi ibu hamil. bererapa dampak dari perilaku konsumtif gula telah kami uraikan di atas.

Menghindari camilan tidak sehat, ada banyak cemilan yang tidak dianjurkan untuk dikonsumsi. Selain tidak menyehatkan ada beberapa cemilan yang mengandung pengawet dan tidak dianjurkan untuk ibu hamil.

Banyak megkonsumsi makanan berserat, ada banyak yang beranggapan bahwa mengkonsumsi kafein memudahkan seseorang dalam program penurunan berat badan. Anggapan yang sangat keliru, telah kami jelaskan pada artikel bahaya kafein bagi ibu hamil. Alternatif lain, makanan yang kaya akan serat banyak di dapatkan pada buah-buahan. 

Mengurangi asupan sodium atau garam. Beberapa dokter menganjurkan untuk menghindari makanan yang mengandung kadar garam tinggi. Hal tersebut dikarenakan garam dapat membantu penambahan berat badan.

Agar kehamilan tetap sehat dan kondisi ibu hamil tidak mengalami obesitas, maka penting bagi ibu hamil untuk menjalani diet sehat yaitu dengan mengkonsumsi makanan bergizi tinggi secara tepat agar efektif diserap oleh tubuh dan janin dalam kandungan.

Kamis, 21 Januari 2016

Mungkin Anda Lupkana, 9 Daftar Makanan Sehat yang Baik untuk dikonsumsi Ibu Hamil

9 Daftar Makanan Sehat yang Baik 
untuk dikonsumsi Ibu Hamil

Mengkonsumsi makanan sehat selama masa kehamilan merupakan hal yang wajib dilakukan oleh ibu hamil. Asupan nutrisi yang dikonsumsi oleh ibu hamil akan sangat berpengaruh pada tumbuh kembang janin yang sedang dikandung, sehingga hal ini menjadi sangat penting untuk diperhatikan. Selain lebih selektif dalam memilih jenis makanan, ibu juga harus pintar dalam memilih jenis makanan sehat yang baik untuk dikonsumsi saat hamil. Nah, jika Anda ingin tahu lebih jauh mengenai apa saja makanan sehat yang baik untuk ibu hamil, maka sebaiknya Anda simak uraian berikut ini.
Makanan Sehat Bagi Janin
Makanan Sehat, Ilustrasi Via Pixabay.com
Daftar Makanan Sehat untuk Ibu Hamil

Ada banyak jenis makanan sehat yang baik untuk dikonsumsi selama masa kehamilan, terutama yang memiliki kandungan gizi tinggi, karena akan sangat diperlukan dalam proses pertumbuhan janin secara sempurna. Berikut ini adalah daftar makanan sehat yang dianjurkan untuk dikonsumsi ibu hamil:

Susu

Kandungan nutrisi yang ada di dalam susu tentu sudah tidak diragukan lagi manfaatnya bagi kesehatan, demikian juga untuk kehamilan. Kandungan protein dalam susu sangat bermanfaat dalam proses pembentukan jaringan pada janin, pertumbuhan otot, dan memperbaiki jaringan yang rusak. Produk olahan susu juga diketahui memiliki manfaat yang sama, namun sebaiknya ibu hamil menghindari produk olahan susu yang tidak melalui proses pasteurisasi karena diyakini masih mengandung mikroorganisme yang bisa membahayakan kehamilan.

Telur

Tahukah Anda jika ada lebih dari 12 vitamin yang terkandung dalam sebutir telur? Selain itu, telur juga kaya akan protein, mineral dan omega-3. Kandungan kolin yang terdapat dalam telur diketahui sangat bermanfaat dalam pertumbuhan otak sehingga mampu menurunkan resiko janin mengalami cacat tabung syaraf. Namun penting untuk diketahui, ibu hamil sangat dilarang untuk mengkonsumsi telur yang masih mentah ataupun setengah matang, karena dikhawatirkan masih mengandung mikroorganisme yang bisa membahayakan kehamilan. 

Daging tanpa lemak

Daging tanpa lemak sangat dianjurkan untuk dikonsumsi oleh ibu hamil karena mengandung protein yang cukup tinggi, sehingga sangat bermanfaat bagi proses pertumbuhan janin secara keseluruhan. Yang perlu diingat adalah tingkat kematangan daging yang akan Anda konsumsi, pastikan sudah benar-benar matang, 

Kacang-kacangan

Kandungan asam folat pada kacang-kacangan cukup tinggi sehingga sangat dianjurkan untuk dikonsumsi pada masa kehamilan, karena bermanfaat dalam pembentukkan sistem syaraf sehingga mampu menurunkan resiko janin lahir dengan kondisi mengalami kelainan pada sistem syaraf dan tulang belakang.

Sereal

Selain asam folat, sereal juga diketahui mengandung vitamin dan mineral penting yang diperlukan oleh tubuh. Sereal juga diyakini bermanfaat dalam meingkatkan nafsu makan dan memiliki kemampuan meminimalisir keluhan mual di awal kehamilan.

Ubi jalar

Ubi jalar termasuk jenis makanan sehat yang baik untuk ibu hamil, karena banyak mengandung karoten, vitamin C, folat dan serat, terutama yang berwarna ungu atau orange baca juga vitamin hamil. Karoten diketahui bermanfaat bagi kehamilan karena dapat dikonversi menjadi vitamin A. Dan meskipun konsumsi vitamin A secara berlebihan dapat memebahayakan kesehatan, karoten pada ubi jalar berbeda, karena hanya dikonversi seperlunya saja.

Buah-buahan

Buah-buahan menjadi makanan sehat yang sangat dianjurkan untuk dikonsumsi saat hamil, terutama karena kaya akan vitamin C. Dimana vitamin C diketahui mampu melawan infeksi dan meningkatkan kekebalan tubuh, sehingga melindungi ibu dan janinnya dari resiko serangan penyakit baca cegah kecacatan bayi. Beberapa buah yang sebaiknya dikonsumsi antara lain: jeruk, apel, pisang, buah naga, semangka, stroberi, alpukat, pepaya matang.

Roti Gandum

Roti gandum lebih disarankan karena mengandung karbohidrat, serat dan zat besi sehingga membuat perut terasa kenyang lebih lama. Dari 4 lembar roti gandum yang dikonsumsi dalam sehari, mampu memenuhi kebutuhan akan serat harian sekitar 20-35 gram.

Sayuran Hijau

Sayuran hijau diketahui banyak mengandung asam folat dan zat besi sehingga baik untuk kehamilan. Selain itu kandungan serat yang cukup tinggi pada sayuran sangat bermanfaat untuk mengatasi keluhan sembelit pada ibu hamil. Beberapa sayuran hijau yang baik untuk dikonsumsi saat hamil antara lain: bayam, kangkung, brokoli, sawi hijau, daun katuk, dan kacang panjang.

Makanan Pokok Bagi Janin
Daftar Makanan, ilustrasi via Commons.wikimedia.org
Selain makanan sehat yang sangat dianjurkan di atas, ibu hamil juga disarankan untuk mengkonsumsi air putih dalam jumlah yang cukup agar terhindar dari resiko kekurangan cairan tubuh atau dehidrasi akibat produksi keringat yang lebih di masa kehamilan, serta akibat keluhan mual dan muntah di awal kehamilan. Dan jangan lupa imbangi makanan sehat ibu hamil dengan olah raga ringan serta istirahat yang cukup agar tetap bugar selama kehamilan.

Senin, 18 Januari 2016

Ternyata ini Alasan Pepaya Muda Tidak Boleh Dikonsumsi Saat Hamil

Buah pepaya memiliki manfaat yang sudah tidak diragukan lagi, terutama karena memiliki kandungan nutrisi yang sangat diperlukan oleh tubuh. Pepaya matang banyak mengandung vitamin A dan C yang diyakini lebih tinggi dari wortel dan jeruk (baca: daftar vitamin untuk ibu hamil). Selain itu kandungan seratnya sangat bermanfaat untuk melancarkan pencernaan, sehingga tidak heran jika buah ini banyak dijadikan pilihan ketika mengalami masalah pada pencernaan, seperti konstipasi atau sembelit.

Berbeda dengan pepaya matang, jenis pepaya yang masih muda justru menjadi pantangan saat hamil, karena diyakini dapat menimbulkan efek buruk bagi kehamilan, benarkah demikian? Yuk cari tahu alasannya!

Kandungan Nutrisi Pepaya Muda

Sebenarnya kandungan nutrisi pada pepaya muda lebih tinggi jika dibandingkan dengan pepaya yang sudah matang, selain itu pepaya muda juga mengandung enzim yang dikenal dengan istilaih papain. Enzim ini terdapat dalam getah pepaya muda, dan berfungsi sebagai zat pemecah protein. Dimana protein akan diuraikan menjadi arginin, sejenis asam amino yang tidak diproduksi oleh tubuh, seperti yang terdapat dalam telur dan ragi. 
Pepaya Muda, Ilustrasi Via Forum.detik.com
Papain terdapat pada seluruh bagian pepaya, dari buah, kulit, biji dan daun. Nah, jadi tahu kan alasan mengapa daun pepaya digunakan untuk melunakkan daging. Karena zatnya mampu memecah serat-serat di dalam daging. Selain itu papain juga bisa membantu menormalkan pH usus dan menjadikannya normal. Dalam hal ini papain juga membantu dalam mengeluarkan racun tubuh.

Selain papain, pepaya muda juga mengandung senyawa karpain yang berpeluang menjadi zat anti kanker. Hal ini seperti yang dikutip situs ahligizi.info dari laman Journal Society of Biology, berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Bouchut, ditemukan bahwa getah pada pepaya memiliki sifat anti tumor dan anti kanker.

Alasan Pepaya Muda Menjadi Pantangan Saat Hamil

Berbeda dengan pepaya matang yang dianjurkan untuk dikonsumsi oleh ibu hamil karena dapat membantu melancarkan fungsi pencernaan, pepaya muda justru dilarang untuk dikonsumsi oleh ibu hamil karena diyakini dapat berpengaruh buruk pada kehamilan.

Dilansir situs Boldsky dari British Journal of Nutrition, pepaya diketahui mengandung zat yang bernama pepsin, dimana zat ini memiliki fungsi yang hampir sama dengan prostaglandin dan oksitosin yang dapat memicu terjadinya kontraksi pada rahim. Akibat dari kontraksi rahim tentu dapat meningkatkan resiko terjadinya keguguran ataupun kelahiran prematur pada bayi yang dikandung.

Selain pepsin, enzim papain yang terdapat dalam getah pepaya muda diketahui dapat menghambat pertumbuhan janin yang sedang dikandung, bahkan bisa menghentikan pertumbuhannya. Dalam hal ini, papain juga diyakini dapat melemahkan membran yang memiliki peran sangat penting dalam kelangsungan hidup janin.

Bayi Lahir, Ilustrasi Via Vemale.com
Konsumsi pepaya muda pada ibu hamil juga dilarang dengan alasan hal itu dapat memicu terjadinya pendarahan hebat, terutama jika ibu hamil telah mengkonsumsinya sejak di awal kehamilan. Dan jika konsumsi pepaya muda dilakukan secara terus menerus maka dapat menyebabkan terjadinya kelahiran prematur.

Jika sebelumnya ibu hamil pernah memiliki riwayat keguguran ataupun kelahiran prematur, maka sebaiknya lebih waspada untuk menghindari konsumsi pepaya muda.

Berdasarkan alasan di atas, tentu wajib bagi Anda yang saat ini tengah mengandung buah hati Anda untuk menghindari konsumsi pepaya muda demi kesehatan dan kebaikan janin yang ada dalam kandungan (baca: cegah cacat si mungil). Namun demikian, Anda bisa mengkonsumsi pepaya yang sudah matang. Pepaya matang lebih disarankan untuk dikonsumsi pada masa kehamilan, terutama untuk membantu ibu hamil dalam mengatasi masalah konstipasi atau sembelit yang umumnya dialami selama kehamilan. Selain itu, pepaya matang juga mampu mencegah terjadinya dehidrasi pada ibu hamil (baca: kafein akibatkan dehidrasi). 

Manfaat lain dari pepaya matang adalah mampu menjaga tekanan darah pada ibu hamil, hal ini karena kandungan kalium yang cukup tinggi pada pepaya. Dan tahukah Anda jika pepaya matang juga bisa meningkatkan kekebalan tubuh pada ibu hamil? 
Pepaya Matang, Ilustrasi Via Merdeka.com
Hal ini dikarenakan tingginya kandungan nutrisi dan antioksidan yang ada di dalam buah yang manis ini, sehingga mampu menangkal radikal bebas yang masuk ke dalam tubuh. Namun sebelum mengkonsumsi pepaya, pastikan bahwa pepaya yang akan Anda konsumsi tersebut benar-benar matang ya, agar Anda dan bayi dalam kandungan Anda mendapatkan manfaat buah pepaya yang sebenarnya.

Minggu, 17 Januari 2016

Yuk Kenali 10 Bahaya Kafein untuk Ibu Hamil dan Janinnya

Kebiasaan menikmati kopi, teh ataupun coklat tentu merupakan hal yang lazim dilakukan kebanyakan orang, dan mungkin Anda salah satunya. Namun jika saat ini Anda sedang hamil, sebaiknya Anda menghindari jenis minuman yang mengandung kafein. Salah satu alasannya adalah efek kafein yang membuat tubuh menjadi lebih susah untuk tidur (insomnia), dan hal ini tentu akan menimbulkan masalah bagi wanita hamil yang membutuhkan lebih banyak waktu untuk istirahat. Selain alasan tersebut, ternyata kafein juga bisa menimbulkan efek berbahaya jika dikonsumsi oleh ibu hamil. Nah, uraian berikut ini akan menjelaskan secara lebih jauh apa saja bahaya kafein pada ibu hamil sehingga dilarang untuk dikonsumsi.

Reaksi Tubuh saat konsumsi Kafein

Sebelum kita membahas bahaya kafein untuk ibu hamil, sebaiknya kita mengetahui terlebih dulu bagaimana reaksi tubuh saat konsumsi kafein. Di mana pada saat kafein masuk ke tubuh, zat stimulan akan bereaksi seperti halnya sistem kerja hormon adrenalin. Kelenjar adrenalin akan memprodukasi adrenalin untuk kemudian dialirkan ke darah. Nah, kondisi ini akan menimbulkan efek beragam, mulai dari nafas yang semakin cepat, denyut jantung meningkat, hingga keinginan untuk melakukan aktivitas tertentu. Dan pada kondisi tertentu dapat memungkinkan terjadinya peningkatan energi pada tubuh.

Disadari atau tidak hal tersebut akan berdampak pada aktivitas yang cenderung meningkat dari biasanya. Pertanyaannya, apakah hal demikian masih tergolong normal dan sehat? Apakah tidak mengapa mengkonsumsi tiap hari untuk memperlancar segala pekerjaan?

Bagi sebagian orang hal, demikian tidak akan berdampak buruk bagi kesehatan jika tidak dikonsumsi secara berlebihan. Berbeda dengan ibu hamil, yang tidak dianjurkan untuk mengkonsumsi kafein tersebut, meskipun hanya sedikit. 
pengaruh kafein teh bagi janin
Ilustrasi kopi: ecgweekly.com
Bahaya kafein jika dikonsumi Ibu Hamil

Bukan tanpa alasan jika kafein menjadi pantangan saat hamil, karena meskipun ada batas toleransi jumlah maksimal yang diperbolehkan dikonsumsi saat hamil, yaitu sekitar 300 mg per hari, namun tetap saja ada resiko tertentu jika kafein dikonsumsi secara terus menerus. Berikut ini adalah beberapa bahaya konsumsi kafein jika dikonsumsi saat hamil.

Kafein Mengacaukan Denyut Jantung

Kafein dapat menyebabkan sistem tubuh kacau, sehingga menimbulkan rasa tidak nyaman pada ibu hamil. Hal ini berhubungan dengan denyut jantung dan tekanan darah yang meningkat, serta produksi keringat yang berlebih. Kondisi ini juga dapat memungkinkan ibu hamil terlihat cemas dan panik.
bahaya kopi bagi anak
Ilustrasi Jantung: Mulaisehat.com
Kafein Bisa Memicu Dehidrasi

Efek deuretik merupakan hal yang lazim terjadi saat mengkonsumsi kafein, dimana menjadi lebih sering buang air kecil dan kondisi ini bisa berpengaruh pada berkurangnya cairan tubuh hingga mengalami dehidrasi. Hal ini bisa menajdikan tubuh mudah lelah, mual dan muntah sehingga berbahaya untuk kesehatan.

Ilustrasi Dehidrasi Via Republika.co.id
Resiko Kelainan Fisik pada Janin

Konsumsi kafein dalam jumlah yang berlebihan bisa memicu terjadinya resiko kelainan fisik pada janin. Dimana asupan kafein yang masuk ke dalam tubuh janin melalui plasenta tidak dapat diuraikan sehingga zat tersebut menumpuk dalam tubuh janin dan bisa menyebabkan kelainan fisik. Kelainan fisik ini ada beragam macam dari kemampuan fisik hingga kemampuan intuitif. untuk mencegah hal demikian telah kami paparkan pada artikel cegah kecacatan bayi.
dampak kopi bagi bayi
Cacat Fisik Ilustrasi Health.detik.com
Resiko Anak Mengalami Kecenderungan Hiperaktif

Penumpukan kafein pada janin dapat berpengaruh pada sistem otak dan syaraf sehingga memungkinkan anak-anak mengalami pola gerakan yang lebih aktif dan kecenderungan hiperaktif. Untuk menghindari hal tersebut sudah barang tentu bagi si ibu yang mengandung untuk menahan diri dalam mengkonsumsi kafein sejak dini.
Anak hiperaktif karena teh
Bayi Hiperaktif, Ilustrasi by Obatherbalalami.com
Resiko Kekurangan Gizi pada Janin

Efek deuretik pada kafein juga dapat menghambat penyerapan nutrisi pada janin, terutama dalam penyerapan zat besi dan kalsium sehingga dapat menimbulkan kekurangan gizi pada janin. Jika hal demikian terjadi, Anda tidak hanya kesulitan dalam mengatur pola makan sehat namun akan berdampak pada janin yag akan lahir nantinya.
Gizi Bayi, Ilustrasi by gizibayi.wordpress.com
Resiko Mengalami Keguguran

Konsumsi kafein dalam jumlah yang banyak dapat meningkatkan resiko mengalami keguguran, dimana hal ini dpengaruhi oleh peningkatan denyut jantung janin, gerakan janin yang terlalu aktif hingga penyerapan asupan nutrisi yang terhambat. Hal ini telah dibuktikan melalui sebuah studi yang menyebutkan bahwa konsumsi 3 cangkir kopi sehari dapat meningkatkan resiko keguguran pada ibu hamil.
dampak kafein coklat bagi ibu hamil
Keguguran, Ilutrasi via Vemale.com
Resiko Leukimia, Obesitas dan Diabetes

Sebuah media kesehatan di Amerika menyebutkan bahwa ada banyak bayi yang menderita leukimia dikarenakan ibu mereka mengkonsumsi kafein lebih dari dua cangkir per hari. Dimana hal ini disebabkan oleh penumpukan kafein dalam tubuh janin yang menyebabkan kerusakan dalam produksi sel darah merah pada sumsum tulang belakangnya.

Seain leukemia, Anak yang dilahirkan dari ibu yang kecanduan kafein cenderung memiliki metabolisme yang lambat namun memiliki keinginan makan yang kuat, sehingga bisa meningkatkan resiko anak mengalami obesitas.
Dampak kafein bagi kesehatan anak
Anak Kurang sehat, Ilustrasi via arsenbos.com
Terdapat penlitian lain yang menyebutkan penumpukan kafein dalam tubuh janin juga berpengaruh buruk pada sistem hormon tubuh, dimana produksi insulin menjadi tidak seimbang akibat sistem kerja pankreas yang terganggu.

Nah, bagi Anda yang saat ini sedang hamil ada baiknya mengurangi konsumsi kafein atau jika memungkinkan tidak mengkonsumsinya selama masa kehamilan, demi kebaikan Anda dan janin yang sedang dikandung.

Sabtu, 16 Januari 2016

Durian Jadi Pantangan Saat Hamil? Ini Alasannya!



Meski beberapa orang kurang menyukai durian karena aromanya yang menyengat, namun banyak orang justru menjadi penggemar berat jenis buah yang manis dan lezat ini. Sebutan King of Fruits seolah menjadi penegas kandungan gizi yang dimilikinya. Meski mengandung nutrisi penting yang dibutuhkan oleh tubuh, ternyata durian termasuk dalam makanan pantangan untuk ibu hamil (baca juga: buah pantangan si ibu). Mengapa bisa demikian, yuk kita ikuti penjelasan berikut ini.

manfaat durian bagi ibu hamil

Durian termasuk Buah yang Sehat

Durian mengandung banyak vitamin dan mineral, sehingga menjadi salah satu buah sehat yang baik untuk dikonsumsi, namun sebaiknya tetap dalam porsi yang sewajarnya. Beberapa vitamin dalam durian di antaranya adalah vitamin B, C, dan E. Selain karbohidrat, lemak, protein dan serat, durian juga mengandung zat besi, kalsium, fosfor, asam folat, magnesium, mangaan, tembaga, hingga kalium.

Selain zat tersebut di atas, durian juga memiliki kandungan gula dan kolesterol yang cukup tinggi, sehingga sangat tidak dianjurkan untuk penderita diabetes dan ibu hamil, terlebih dengan unsur alkohol, arachidonat, maupun sifat panas yang ada dalam buah ini. Bahkan efek alkohol dalam buah durian hampir sama bahayanya dengan minuman beralkohol.

Resiko yang Muncul Akibat Konsumsi Durian pada ibu Hamil

kelainan akibat ibu hamil mengkonsumsi durian
Lahir Prematur, Via forum.kompas.com

Bayi Lahir Prematur

Setiap ibu hamil tentu tidak menginginkan bayinya lahir secara prematur, karena kondisi bayi yang lahir prematur akan lebih beresiko terkena komplikasi seperti pada paru-paru, dan jantung. Sebagai upaya pencegahan, sebaiknya ibu hamil membatasi konsumsi durian secara berlebihan atau sebisa mungkin menghindari konsumsi durian. 

Resiko Keguguran

Konsumsi durian di awal kehamilan sangatlah beresiko, karena kandungan alkoholnya bisa menimbulkan efek panas sehingga membahayakan kondisi janin di dalam rahim. Hal ini dapat meningkatkan resiko terjadinya keguguran.

Memicu Kontraksi Rahim

Senyawa asam arachidonat yang terkandung dalam durian diketahui dapat merangsang pembentukan prostaglandin yang bisa memicu terjadinya kontraksi rahim. Kondisi rahim yang berkontraksi sebelum masa kelahiran tentu menjadi hal yang bisa membahayakan kehamilan.

Resiko Cacat Pada Janin

Konsumsi durian secara berlebihan, dimana kandungan alkohol di dalamnya cukup tinggi dapat menghambat pertumbuhan janin yang sedang dikandung. Akibatnya janin tidak tumbuh dan berkemabang secara optimal, sehingga memungkinkan resiko bayi lahir dalam kondisi cacat.

Resiko Mengalami Diabetes

Kandungan gula yang cukup tinggi pada durian juga menjadi salah satu alasan mengapa buah ini termasuk pantangan untuk ibu hamil. Karena gula yang tinggi dapat memicu terjadinya penyakit diabetes pada ibu hamil, dan jika hal ini terjadi dapat meningkatkan resiko komplikasi kehamilan dan kelahiran.

Resiko mengalami hipertensi

Kandungan kolesterol yang cukup tinggi pada durian menjadi pemicu terjadinya penyempitan pembuluh darah hingga dapat mengakibatkan resiko penyakit hipertensi pada ibu hamil. Dan perlu diperhatikan bahwa penyakit kolesterol juga bisa diturunkan ibu kepada janin yang sedang dikandungnya. Selain itu penyempitan pembuluh darah juga bisa meningkatkan resiko gangguan pada jantung sehingga bisa membahayakan kehamilan.

Resiko Preeklamsia

Hipertensi yang dialami oleh ibu hamil akibat konsumsi durian bisa memicu resiko terjadinya preeklamsia, yang ditandai dengan gejala adanya pembengkakan pada muka dan tangan. Kondisi ini tidak boleh disepelekan, karena bisa menyebabkan janin meninggal di dalam rahim, bahkan bisa mengakibatkan resiko kematian pada ibu hamil.

Janin Mengalami Kekurangan Oksigen

Adanya penyempitan pada pembuluh darah sebagai akibat konsumsi durian, bisa menyebabkan aliran oksigen pada tubuh ibu hamil terhambat, demikian juga pada janin yang sedang dikandung. Hal ini tentu akan sangat berbahaya, karena janin bisa menjadi lemas dan gerakannya tidak aktif.

Janin Kekurangan Darah

Akibat lain dari penyempitan pembuluh darah adalah resiko janin mengalami kekurangan sel darah merah. Hal ini dapat menyebabkan bayi mengalami anemia, sehingga beresiko membutuhkan transfusi darah pada saat lahir nanti.

Nah, penjelasan di atas menjadi alasan mengapa durian sebaiknya tidak dikonsumsi saat hamil. Meskipun masih banyak pro dan kontra terkait konsumsi durian pada ibu hamil yang diperbolehkan jika dalam porsi kecil, namun setidaknya kita sudah mengetahui kemungkinan resiko yang dapat terjadi jika konsumsi durian dilakukan saat hamil.

Wajib Tahu, Inilah 8 Makanan Pantangan untuk Ibu Hamil

Makanan Ibu Hamil - Bukan hal yang berlebihan jika pada masa kehamilan seorang ibu disarankan untuk lebih berhati-hati dalam mengkonsumsi makanan. Karena apa yang dikonsumsi oleh ibu hamil akan berpengaruh pada janin yang berada di dalam kandungan. 

Selain harus memiliki kandungan nutrisi yang baik, makanan yang dikonsumsi juga tidak boleh sembarangan dan ala kadarnya. Hal ini penting untuk diketahui ibu hamil mengingat beberapa jenis makanan tidak dianjurkan untuk dikonsumsi.

Lalu apa sajakah jenis makanan yang dilarang saat hamil? Yuk simak uraian lengkapnya berikut ini!

pantangan makanan ibu hamil


Jenis Buah-Buahan Berikut Memicu Terjadi Resiko Keguguran

Ada beberapa jenis makanan yang dapat memicu terjadinya resiko keguguran. Resiko tersebut akab berdampak buruk jika tidak diatasi sesegera mungkin. Ibu hamil yang tengah mengandung si kecil wajib mengetahui jenis apa saja makanan yang sebaiknya dikonsumsi dan makanan yang harus dihindari. Berikut Arwini.com ketengahkan makanan yang menjadi pantangan ibu hamil, di antaranya:

1. Buah Pepaya Muda

Sebuah studi yang pernah dipublikasikan dalam British Journal of Nutrition menyebutkan bahwa pepaya muda mengandung enzim pepsin pada getahnya. Berdasarkan penelitian tersebut, enzim ini mampu memicu terjadinya kontraksi pada rahim, sehingga bisa meningkatkan terjadinya resiko bayi lahir prematur, cacat bahkan keguguran.

bahaya pepaya bagi ibu hamil
Pepaya Muda Via Kaskus.co.id


2. Buah Nanas

Buah nanas diketahui mengandung zat bromealin, dimana zat ini dapat menyebabkan kondisi rahim menjadi lunak. Jika hal ini terjadi, maka resiko terjadinya keguguran semakin tinggi, karena rahim tidak mampu menampung janin di dalamnya.

Bahaya buah nanas bagi ibu hamil
Jus Nanas Via jussehat.web.id

Selain bisa meningkatkan resiko keguguran, getah pada buah nanas juga bisa menyebabkan gatal pada perut ibu hamil, oleh karena itu nanas termasuk buah yang dilarang dikonsumsi saat hamil.

3. Buah Durian

Jika sebelumnya Anda penggemar durian, maka saat hamil Anda harus bisa menahan diri untuk tidak mengkonsumsinya. Durian dikenal sebagai buah yang banyak mengandung alkohol, yang akan berakibat buruk pada perkembangan janin yang dikandung.

dampak buruk durian bagi janin
Buah durian Via Feed.id

Selain dapat meningkatkan resiko keguguran, alkohol juga dapat memicu bayi lahir dalam kondisi berat badan kurang. Efek yang hampir sama juga bisa timbul jika ibu hamil mengkonsumsi buah cempedak, karena kandungan alkohol pada buah ini cukup tinggi. 

4. Buah Delima

Hampir sama dengan pantangan lainnya, buah delima juga tidak dianjurkan untuk dikonsumsi saat hamil. Buah ini juga bisa memicu terjadinya kontraksi pada rahim sehingga dapat meningkatkan resiko keguguran pada janin yang sedang dikandung.

Pengaruh delima bagi janin ibu
Ilustrasi Delima via Kiosjamu.com


Jenis Makanan yang Berdampak Buruk pada Kesehatan Ibu dan Janin

Ada beberapa jenis makanan yang juga menjadi pantangan saat hamil karena bisa berpengaruh buruk pada kesehatan ibu dan janin, di antaranya adalah berikut ini.

1. Tape Fermentasi

Tape diketahui memiliki kandungan alkohol, sehingga tidak disarankan untuk dikonsumsi oleh ibu hamil. Makanan yang merupakan hasil fermentasi singkong dan ketan ini bisa meningkatkan resiko bayi lahir dengan berat badan kurang. Selain itu resiko keguguran menjadi akibat fatal jika dikonsumsi oleh ibu hamil dalam porsi yang berlebihan.

2. Makanan mentah (setengah matang)

Makanan mentah menjadi pantangan saat hamil karena dikhawatirkan mengandung bakteri seperti salmonella, colliform dan toksoplasmosis yang bisa memicu terjadinya infeksi hingga dapat membahayakan kondisi janin dalam kandungan. Beberapa jenis makanan mentah yang sebaiknya dihindari antara laim daging, telur, susu, dan seafood atau sushi. Selain itu lalapan mentah juga tidak dianjurkan karena kemungkinan mengandung bakteri dan zat pestisida yang sangat beresiko untuk kesehatan ibu dan bayinya.

3. Ikan Terntentu

Ikan merupakan jenis makanan yang kaya akan nutrisi, namun beberapa jenis ikan diketahui mengandung merkuri yang cukup tinggi. Perlu Anda ketahui bahwa Zat merkuri dapat menyebabkan gangguan pada perkembangan otak dan sistem syaraf janin. 

Selain itu zat ini juga bisa memicu gangguan pemusatan perhatian hingga kemungkinan hiperaktif ketika anak berusia 8 tahun. Beberapa jenis ikan yang mengandung merkuri antara lain adalah ikan mackarel, dan aneka kerang. Oleh karena itu ibu hamil harus selektif dalam memilih jenis ikan yang akan dikonsumsi agar tidak berdampak buruk bagi kehamilannya. 

4. Minuman Berkafein

Kafein merupakan senyawa yang terkandung dalam kopi, teh, maupun minuman suplemen. Minuman yang mengandung kafein tidak dianjurkan untuk dikonsumsi dalam jumlah yang banyak, karena senyawa tersebut diyakini dapat menimbulkan gangguan fungsi jantung pada janin sehingga membahayakan kesehatan janin selengkapnya bisa Anda baca di artikel bahaya kafein bagi ibu hamil, tidak hanya itu ada banyak banyak dampak buruk dari kafein tersebut, untuk lebih jelasnya silahkan dibuka tautan di atas. 

Selain pantangan di atas, ibu hamil juga dianjurkan untuk mengkonsumsi air putih, istirahat yang cukup, serta melakukan olahraga ringan agar tetap bugar selama kehamilan. Rangkaian kegiatan tersebut diharapkan dapat membantu dalam menjalani proses kelahiran dengan mudah dan lancar.

Dari tulisan di atas, mungkin saja timbul pertanyaan seperti ini. 

Bagaimana jika saya mengidam makanan di atas?
 apakah saya harus menghindarinya? 
atau bagaimana solusinya?

Memang benar ada beberapa wanita hamil yang menanyakan hal di atas, disadari atau tidak mengidam adalah hasrat yang harus terpenuhi bagi ibu hamil.

Namun, kami tekankan disini mengidam tidak serta merta harus dipenuhi. Logika sederhana yang mungkin timbul dari pertanyaan ini. "Seorang ibu hamil sebisa mungkin menghindari hal-hal yang berpengaruh buruk pada kesehatan mereka" sehigga ia akan melakukan cara terbaik untuk mendapatkan anak yang lahir dalam kondisi sehat.

Jika Anda tidak termasuk dalam kategori ini dan bersikukuh untuk mengkonsumsi makanan pantangan di atas, kami memiliki solusi yang telah kami ulas dalam artikel bahaya mengidam makanan yang harus dihindari.

Mudahan artikel Wajib Tahu, Inilah 8 Makanan Pantangan untuk Ibu Hamil bermanfaat bagi Anda. Terima Kasih